JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Joko Widodo meninjau contoh rumah tahan gempa, di Yonif Raider 300, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (08/12).

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, Jokowi menyebutkan dua skema pembangunan rumah tersebut.

Yang pertama menurut Jokowi, kalau memang yang punya rumah itu mampu, dia bisa mengerjakan sendiri, didampingi supaya rumah yang diperbaiki tetap tahan gempa.

Kedua, kalau ingin menyerahkan kepada Pemerintah, akan ada TNI dan pihak ketiga.

Rumah contoh tersebut memiliki spesifikasi berupa fondasi batu kali dengan struktur baja CNP yang dibungkus mortar. Dinding rumah tersebut menggunakan bata ringan yang diaci dan dicat, sedangkan kusen dan rangka atapnya memakai baja ringan.

Rumah tahan gempa serupa juga pernah dibangun sebagai hunian tetap korban gempa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan, rumah tahan gempa itu merupakan salah satu skema untuk perbaikan rumah warga terdampak gempa di Cianjur.

Dia mengatakan, pencairan bantuan bagi perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa Cianjur, akan terbagi dalam lima tahap. Ia pun berharap seluruh rumah warga sudah selesai diperbaiki pada Juni atau Juli 2023.

Sejauh ini BNPB sudah membuat jadwal pelaksanaan rehabilitasi rumah terdampak gempa untuk masyarakat.

Selain Suharyanto, turut mendampingi Jokowi dalam peninjauan tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

 

Pewarta: Desca Lidya Natalia

Editor: Fransiska Ninditya

COPYRIGHT © ANTARA 2022