Beijing, Bolong.id – Industri 5G menciptakan output ekonomi langsung yang sangat besar pada tahun 2020, menurut buku putih Tiongkok.
\r\n\r\nBuku Putih diartikan sebagai buku yang memuat pernyataan tertentu, yang biasanya bersifat rahasia, belum pernah diungkapkan sebelumnya dan dianggap benar atau buku yang isinya mempertahankan pendirian, kebijakan, atau prestasi pemerintah atau badan resmi.
\r\n\r\nDilansir dari Xinhuanet.com ( æ–°åŽç½‘ ) pada Senin (19/04/21), tahun lalu, 5G secara langsung menghasilkan 810,9 miliar yuan (sekitar Rp1,8 triliun) dalam output ekonomi bruto, menurut buku putih tentang pengembangan 5G dan dampak ekonomi dan sosialnya. Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok merilis buku putih.
\r\n\r\nIndustri tersebut secara langsung menghasilkan 189,7 miliar yuan (sekitar Rp423,3 miliar) nilai tambah ekonomi (EVA) dan secara tidak langsung menghasilkan sekitar 2,1 triliun yuan (sekitar Rp4.685 triliun) dalam output kotor pada tahun 2020. 5G juga secara tidak langsung menghasilkan sekitar 760,6 miliar yuan (sekitar Rp1.697 triliun) EVA tahun lalu.
\r\n\r\n"Dari lebih dari 800 miliar yuan (sekitar Rp1.785 triliun), setengahnya dihasilkan oleh terminal telepon seluler, sementara sekitar 200 miliar yuan (sekitar Rp446,2 triliun) adalah investasi untuk pembangunan Internet," Yang Jie, ketua perusahaan telekomunikasi Tiongkok, China Mobile, mengatakan pada sub-forum dari Konferensi tahunan Boao Forum for Asia.
\r\n\r\nBanyak industri telah secara aktif mempromosikan penerapan 5G, termasuk industri medis dan manufaktur, kata Hu Houkun, wakil ketua raksasa teknologi Tiongkok, Huawei. (*)
\r\n\r\nhttps://bolong.id/lp/0421/industri-5g-ciptakan-hasil-ekonomi-langsung-yang-sangat-besar