GUANGZHOU, Bharata Online - Model AI mutakhir untuk meramalkan kondisi laut, Feiyu-1.0, resmi diluncurkan pada hari Sabtu(97/2) di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.
Feiyu-1.0 adalah model udara-laut dua arah yang dirancang khusus untuk Laut Tiongkok Selatan, yang menampilkan peramalan cerdas dalam bidang meteorologi, penelitian, dan pengelolaan ekosistem. Model ini dikembangkan oleh Institut Oseanologi Laut Tiongkok Selatan (SCSIO) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina (CAS) dan Universitas Perminyakan Tiongkok (Tiongkok Timur).
Menurut para pejabat dari SCSIO, Feiyu-1.0 menggabungkan beberapa inovasi teknologi inti. Ia unggul dalam memprediksi parameter laut penting seperti suhu permukaan laut dan salinitas, yang dicirikan oleh ilustrasi akurat sirkulasi skala besar.
Para peneliti menyoroti skenario penerapan model ini di berbagai sektor seperti meteorologi, ekologi, penelitian ilmiah, dan popularisasi. Dengan memprediksi topan, model ini dapat mendukung upaya pencegahan dan pengurangan bencana, membantu nelayan dalam operasi laut yang aman, dan meningkatkan keselamatan navigasi maritim. Dalam penelitian ilmiah, model ini dapat membantu lembaga penelitian kelautan dan universitas di seluruh dunia.
Feiyu-1.0 dapat mensimulasikan faktor lingkungan utama seperti suhu air dan salinitas, yang memengaruhi ekosistem seperti terumbu karang dan hutan bakau, serta mengirimkan peringatan untuk tindakan perlindungan. Ia juga dapat menghasilkan grafik pengetahuan kelautan dinamis, membantu masyarakat lebih memahami misteri lautan.
Para ahli yang menghadiri peluncuran model tersebut menekankan bahwa Feiyu-1.0 tidak hanya mewakili terobosan teknologi, tetapi juga paradigma baru untuk peramalan laut cerdas. [CGTN]