JAKARTA, Radio Bharata Online - Anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi mengatakan, pengelolaan dan pemurnian (smelter) nikel yang dimiliki PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang merupakan perusahaan besar, masuk dalam proyek strategis nasional. Maka sudah seharusnya menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Namun pada kenyataannya penerapan K3 di perusahaan ini sangat lemah. Padahal seperti diketahui, PT GNI yang merupakan Pabrik Pengelolaan dan Pemurnian (smelter) nikel, merupakan proyek besar yang bernilai Rp27 triliun.
Usai melakukan peninjauan lapangan ke Smelter II, PT GNI, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (4/1/2023), Nurhasan Zaidi mengatakan, proyek PT GNI yang sudah berjalan tiga tahun seharusnya progresnya sudah lebih rapi dan cepat, terutama terkait persoalan K3 yang lemah. Lemahnya K3 di PT GNI, berakibat merenggut nyawa dua pegawainya. Oleh sebab itu sudah seharusnya proyek industri dengan nilai triliunan bisa lebih baik lagi
Politisi PKS ini menilai, antara Tim Kunjungan Komisi VII dan jajaran pihak GNI tidak komprehensif. Menurutnya, seharusnya pihak GNI memaparkan secara transparan apa yang terjadi seutuhnya, dalam insiden kebakaran yang menewaskan dua pekerja.
Untuk diketahui, Kebakaran smelter PT GNI pada Kamis (22/12/2022), menyebabkan dua karyawan meninggal dunia, yakni seleb TikTok bernama Nirwana Selle, dan I Made Defri Hari Jonathan. (DPRRI Detik Sulsel)