BEIJING, Bharata Online - Beijing bertujuan untuk membangun kapasitas komputasi kumulatif sebesar 200.000 petaflops pada tahun 2027 untuk mendukung industri kecerdasan buatan, hal itu dikata kan oleh seorang pejabat dari biro ekonomi dan teknologi informasi Tiongkok pada hari Kamis(22/1)

Penyebaran klaster komputasi skala besar meluas dari Beijing ke wilayah sekitarnya, termasuk Provinsi Hebei dan Kota Tianjin, kata juru bicara Zhang Jinrui pada konferensi tersebut.

Selain itu, pemerintah mendorong perusahaan internet dan operator telekomunikasi untuk membangun infrastruktur komputasi di wilayah barat seperti Daerah Otonom Mongolia Dalam, Daerah Otonom Ningxia Hui, dan Provinsi Qinghai, di mana sumber daya energi terbarukan melimpah.  

Pemerintah memberikan subsidi komputasi kepada perusahaan yang membutuhkan sumber daya komputasi. Dari tahun 2023 hingga saat ini, Beijing telah mendistribusikan lebih dari 7 miliar yuan (sekitar 1 miliar dolar AS) dalam bentuk subsidi, membantu hampir 100 perusahaan memangkas biaya komputasi lebih dari 15 persen, kata Zhang.

Menurut laporan dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok, per Juni 2025, Tiongkok telah merilis 1.509 model bahasa besar, yang mewakili sekitar 40,2 persen dari semua model besar yang diluncurkan secara global.

Pasokan energi merupakan kendala utama bagi pertumbuhan kapasitas komputasi di masa depan. Beijing akan terus mendorong peningkatan efisiensi karbon di 40 pusat data yang ada pada tahun 2026, dengan memberlakukan harga listrik yang lebih tinggi pada fasilitas yang melebihi standar konsumsi energi. [CGTN]