JAKARTA, Radio Bharata Online - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, Keberadaan pers memiliki kedudukan sangat penting dan dibutuhkan, dalam menjalakan berbagai tugas sebagai pejabat negara. Berbagai hal yang diberitakan atau yang dikritik oleh pers, bukan hanya menjadi masukan, tetapi menjadi modal dalam merumuskan kebijakan. 

Dalam diskusi Anugerah Dewan Pers bertema "Jurnalisme Berkualitas untuk Peradaban Bangsa” yang berlangsung di Bandung, Senin (12/12/2022), Mahfud MD memberikan contoh sejumlah kasus yang berhasil ia dorong di pemerintahan, atas peran media dan insan pers. Misalnya, kasus amnesti dari presiden untuk Saiful Mahdi di Aceh, kasus Nurhayati pelapor korupsi di Cirebon yang menjadi tersangka lalu dibebaskan, kasus AKBP Brotoseno yang kemudian dipecat dari Polri, kasus Ferdi Sambo, dan beberapa kasus lain yang menjadi sorotan publik.

Pada momen Anugerah Dewan Pers ini, Mahfud MD berpesan agar wartawan sejatinya berkarya, bukan semata bekerja. Dengan berkarya, berarti ada pesan moral yang ingin disampaikan.

Di akhir paparannya, Mahfud mengajak para insan pers, sejalan dengan tema diskusi yang mengharapkan pada perbaikan peradaban, untuk terus menyajikan berita dan informasi yang faktual dan objektif, dengan tetap memelihara sikap kritis. (KBRN)