Beijing, Bharata Online - Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok pada hari Senin (19/1), sektor jasa Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2025, dengan industri jasa modern memainkan peran utama dalam mendorong ekspansi ekonomi nasional.

Data tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2025, nilai tambah sektor jasa Tiongkok naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 80,89 triliun yuan (sekitar 195 ribu triliun rupiah).

Kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 61,4 persen, naik 3,7 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Selama periode tersebut, nilai tambah sektor transmisi informasi, perangkat lunak, dan jasa TI meningkat 11,1 persen, sementara sektor leasing dan jasa bisnis meningkat 10,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, industri jasa yang sedang berkembang memperkuat peran utamanya, dengan teknologi digital cerdas mempercepat transformasi dan peningkatan industri.

"Seiring dengan implementasi penuh kebijakan-kebijakan terkait, kepercayaan pasar terhadap sektor jasa telah meningkat secara signifikan, dan laju transformasi serta peningkatan kualitas telah meningkat secara nyata. Di masa depan, peningkatan industri, evolusi permintaan konsumen, dan teknologi baru seperti kecerdasan buatan akan mendorong model bisnis jasa baru, memberikan dukungan yang lebih kuat untuk menstabilkan perekonomian makro dan mempromosikan pembangunan berkualitas tinggi," jelas Hong Qunlian, Direktur Kantor Penelitian Industri di Institut Industri, Akademi Penelitian Makroekonomi Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional atau National Development and Reform Commission (NDRC).