Harare, Bharata Online - Perayaan meriah digelar di Harare, Zimbabwe akhir pekan lalu untuk menyambut Tahun Baru Imlek, berhasil menarik lebih dari 40.000 peserta.

Tahun Baru Imlek, juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, akan jatuh pada tanggal 17 Februari tahun ini dan menandai awal Tahun Kuda.

Karnaval Tahun Baru Imlek Harare menampilkan perpaduan kaya pertunjukan budaya, termasuk tarian singa, tarian jalanan, dan pertunjukan musik oleh seniman Zimbabwe dan Tiongkok.

Sementara itu, video promosi Gala Festival Musim Semi China Media Group (CMG) 2026 diputar berulang-ulang sepanjang acara, menambah suasana meriah.

Duta Besar Tiongkok untuk Zimbabwe, Zhou Ding, menyampaikan pidato pada acara itu, menekankan kemajuan hubungan bilateral selama setahun terakhir. Berbicara kepada seorang reporter di acara tersebut, ia menegaskan kembali pentingnya hubungan yang berkembang di tingkat antar masyarakat.

"Selama setahun terakhir, hubungan antara Tiongkok dan Zimbabwe telah meningkat menjadi komunitas yang solid dan memiliki masa depan bersama. Investasi Tiongkok di Zimbabwe terus berkembang, dengan perdagangan bilateral mencapai rekor tertinggi baru. Pertukaran budaya dan antar masyarakat kedua negara juga semakin erat dan sering terjadi," ujar Zhou.

Para pejabat Zimbabwe yang hadir dalam perayaan tersebut juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru dan memuji hubungan yang kuat antara kedua negara.

"2026, saya tahu ini adalah Tahun Kuda dan kita merayakannya. Jadi selamat tahun baru untuk Republik Rakyat Tiongkok dan juga untuk warga Tiongkok yang berada di Zimbabwe. Kami merayakan bersama Anda. Kami senang dengan Anda. Kami juga senang dengan hubungan yang terjalin antara Zimbabwe dan Tiongkok," kata Emily Jesaya, Wakil Menteri Olahraga, Rekreasi, Seni, dan Budaya Zimbabwe.

"Ini luar biasa. Ini mendorong pertukaran budaya antara Zimbabwe dan Tiongkok. Dan Anda tahu bahwa kita memiliki hubungan yang luar biasa. Tiongkok adalah teman yang sangat baik bagi Zimbabwe, teman yang selalu siap membantu dan teman sejati," kata Monica Mutsvangwa, Menteri Urusan Perempuan, Komunitas, dan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Zimbabwe.