Beijing, Bharata Online - Diplomat utama Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Sergei Shoigu, Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, di Beijing pada hari Minggu (1/2).
Wang, Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Direktur Kantor Komisi Pusat untuk Urusan Luar Negeri, menyambut kunjungan Shoigu ke Tiongkok untuk dialog strategis sebagaimana yang ditunjuk oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Wang mencatat bahwa dunia semakin mengalami perubahan dan gejolak, dengan tatanan internasional pasca-perang dan norma-norma yang mengatur hubungan internasional sangat terpengaruh, dan dunia menghadapi risiko nyata untuk kembali ke hukum rimba.
Menurutnya, sebagai negara-negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tiongkok dan Rusia memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mempraktikkan multilateralisme sejati, melindungi sistem internasional dengan PBB sebagai intinya, mengadvokasi dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang bermanfaat dan inklusif secara universal, dan berupaya membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan rasional.
Menyatakan bahwa Tiongkok dan Rusia adalah tetangga terbesar satu sama lain dan mitra strategis yang komprehensif untuk koordinasi di era baru, Wang mengatakan kedua negara harus menjaga komunikasi yang erat mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan bilateral, meningkatkan dukungan timbal balik dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan inti masing-masing, dan melindungi kepentingan masing-masing dan bersama.
Wang mengatakan, Tiongkok siap bekerja sama dengan Rusia untuk sepenuhnya mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, meningkatkan komunikasi strategis, memperdalam koordinasi strategis, dan membuka prospek baru bagi hubungan Tiongkok-Rusia di tahun baru.
Shoigu mengatakan, tahun ini menandai peringatan ke-25 penandatanganan Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan Rusia-Tiongkok, dan bahwa hubungan Rusia-Tiongkok didasarkan pada rasa saling menghormati, saling percaya, kesetaraan, dan saling menguntungkan.
Ia mencatat bahwa sejak awal tahun, dunia telah menyaksikan perkembangan yang kompleks dan bergejolak dengan seringnya munculnya isu-isu keamanan dan isu-isu penting lainnya. Menurutnya, Rusia selalu menjunjung tinggi prinsip Satu-Tiongkok, mengikuti dengan saksama langkah-langkah kekuatan musuh untuk melemahkan stabilitas lintas Selat, dan dengan tegas menentang upaya Jepang untuk mempercepat remiliterisasi.
Shoigu mengatakan, pihak Rusia siap untuk terus saling mendukung dengan Tiongkok, meningkatkan kerja sama bilateral, dan memperkuat koordinasi dalam mekanisme multilateral seperti PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai, dan BRICS.
Ia menyerukan kedua belah pihak untuk bersama-sama mempertahankan momentum perkembangan hubungan Rusia-Tiongkok yang tinggi, berupaya membangun dunia multipolar yang lebih adil dan rasional, dan membentuk arsitektur keamanan yang tak terpisahkan di benua Eurasia.
Kedua belah pihak juga melakukan komunikasi strategis mendalam tentang berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.